5 Pertimbangan Saat Membeli Properti yang Tepat

Membeli properti merupakan keputusan yang besar bagi sebagian besar orang, mengingat nilainya yang tinggi dan harganya yang terus naik dari waktu ke waktu. Anda harus bijak dalam menentukan kapan waktu yang tepat saat membeli properti. Meski bukan cenayang, ternyata Anda bisa melihat waktu yang tepat membeli properti.

5 Pertimbangan Saat Membeli Properti yang tepat

Sayangnya sebagian besar orang mengambil keputusan jual beli properti pada saat mendesak saja, misalnya sedang membutuhkan dana dengan cepat, atau ada kejadian yang tak terduga sedang menimpa. Namun apabila Anda mempunyai waktu jeda yang longgar, tidak ada salahnya jika Anda menunggu waktu yang pas untuk mengambil suatu keputusan.

Berikut pertimbangan apa saja yang harus Anda perhatikan saat akan membeli properti untuk mendapatkan keuntungan yang banyak.

1. Kondisi pasar terkini

Berbeda dengan kondisi pasar 2 dekade yang lalu, kini dunia properti banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal khususnya kebijakan dari pemerintah dan juga perbankan. Jangankan membandingkan kondisi pasar dalam negeri dengan luar negeri, tren properti di setiap kota di Indonesia mempunyai warna yang berbeda-beda.

Untuk itu, sebelum membeli properti, usahakan untuk mempelajari bagaimana kondisi pasar saat ini. Lakukan riset sederhana dengan bertanya kepada pakar properti untuk mendapatkan wawasan terkini. Agar Anda dapat menentukan saat membeli properti yang tepat.

Apabila kondisi ekonomi sedang bagus, ini juga akan memberikan keuntungan bagi Anda untuk membeli properti. Sebab harga yang terus naik setelah Anda membeli hingga beberapa tahun mendatang. Dengan demikian kebutuhan terhadap tempat bisnis baru juga akan semakin tinggi, dan otomatis harga properti juga akan semakin melesat.

2. Fluktuasi nilai suku bunga

Banyak orang mengandalkan KPR untuk membeli rumah. Untuk itu, suku bunga bank adalah pertimbangan jangka panjang yang penting. Pada tahun-tahun pertama, Anda mungkin merasa diuntungkan dengan suku bunga yang terasa ringan, namun kelamaan dan di tahun selanjutnya, kenaikan suku bunga akan sangat berpengaruh terhadap pengeluaran Anda.

Agar Anda merasa tidak tertipu, pelajarilah kondisi ekonomi saat ini dan bandingkan pilihan suku bunga antar bank yang pas untuk Anda miliki. Jika diprediksi ekonomi ke depan akan berjalan mulus, maka tidak ada salahnya mengambil fasilitas KPR dengan suku bunga floating. Jika sebaliknya, Anda disarankan memilih bank yang menawarkan suku bunga flat.

Selain itu, bank-bank pemberi kredit tidak akan untung apabila menyimpan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia atau SBI. Untuk itu, perbankan akan berlomba-lomba memberikan kucuran dana dalam bentuk KPR. Jika hal ini dilakukan, maka terjadilah perang suku bunga antar bank demi mendapatkan peminat. Inilah saat membeli properti yang tepat karena bunga bank turun.

3. Diskon atau promo dari pengembang

Biasanya para pengembang properti akan memberikan potongan harga atau diskon terhadap harga jual propertinya. Jika Anda ingin mengetahui info mengenai hal ini, para pengembang biasanya akan mengumumkannya melalui berbagai media, seperti televisi, koran, website, dan lain-lain.

Hal tersebut dilakukan oleh para pengembang untuk menarik banyak calon pembeli. Untuk itu, carilah pengembang yang menawarkan banyak promo agar Anda memperoleh keuntungan yang lebih banyak.

4. Perhatikanlah “Property Clock”

Tahukah Anda bahwa properti mempunyai siklus yang berulang setiap tahunnya. Properti Clock merupakan siklus yang terbagi menjadi empat satuan sentimen market.

Pertama adalah buyer’s market, yaitu keadaan dimana pembeli memiliki posisi tawar yang lebih kuat dibandingkan dengan suplai yang ada. Situasi ini memungkinkan terjadinya insentif kepada pembeli yang besar.

Siklus berikutnya adalah soft market yang merupakan stabilitas waktu ketika kekuatan pembeli dan penjual berimbang. Keduanya memiliki posisi tawar yang sama. Sehingga gaya tariknya lebih terletak pada kompetisi diantara penjual yang ada di pasar.

Ketiga adalah siklus yang dinamakan dengan seller’s market, yaitu ketika pasar bertumpu pada posisi tawar tinggi yang dimiliki oleh penjual. Kontrol suplai menjadi semakin tidak terkontrol dibanding dengan ledakan permintaan yang ada. Akibatnya harga properti akan langsung melambung tinggi dan insentif bagi konsumen semakin pelit.

Dan yang terakhir adalah weak market adalah kondisi dimana pasar sedang mengalami perlambatan permintaan sehingga penjual akan membuat struktur keseimbangan yang baru. Untuk itu, perhatikanlah siklus yang tepat saat membeli properti yang ada di pasaran demi mendapatkan harga yang bagus.

5. Perhatikan waktu yang tepat

Banyak orang yang merasa frustasi dikarenakan rumah yang ditawarkan tak kunjung terjual. Bahkan beberapa pengembang bahkan rela menjual dengan harga yang miring karena demi kebutuhan yang mendesak. Misalnya menjelang hari raya atau akhir tahun.

Ini merupakan saat membeli properti yang tepat karena penyaluran KPR dan KPA akan lebih longgar, cepat, dan banyak terjadi diskon. Pada bulan desember, bank biasanya sedang gencar mengejar target penyaluran KPR dan penjual cenderung lebih fleksibel.

Demikian pertimbangan saat membeli properti agar Anda dapat memperoleh keuntungan yang banyak. Banyak waktu tertentu yang sangat menguntungkan untuk membeli properti. Untuk itu cermatlah dalam menentukan pilihan waktu yang tepat.