Penyebab Harga Properti Terus Naik

Bukan merupakan sebuah rahasia apabila harga properti terus naik dari waktu ke waktu, bahkan dalam rentang waktu 3 bulan harga properti akan berubah meski kondisi perekonomian negara sedang lesu. Inilah kemudian yang menyebabkan para spekulan dan investor untuk terjun ke dalam bisnis properti. Alasan lainnya adalah keuntungan yang didapat dari bisnis ini juga berlipat ganda.

penyebab harga properti terus naik

Kenaikan harga properti yang tiap tahunnya bisa mencapai 15-35 % membuat banyak masyarakat Indonesia belum mampu membeli rumah apalagi untuk yang penghasilannya pas-pasan. Namun alasan apakah yang menyebabkan harga properti selalu naik.

Berikut adalah alasan kenapa harga properti terus naik dari tahun ke tahun.

1. Supply and demand

Ketersediaan lahan yang sangat terbatas dan permintaan akan hunian tempat tinggal semakin meningkat. Bumi yang hanya diciptakan sekali harus menanggung beban kelahiran penduduk Indonesia yang mencapai 4 juta jiwa setiap tahunnya. Jadi tidaklah heran apabila harga properti selalu naik, dimana supply lahan semakin sedikit sementara permintaan selalu naik.

Hal ini membuat rumah tinggal susun menjadi solusi terhadap permasalahan terbatasnya lahan terutama di kota besar. Namun rumah tapak akan tetap menjadi favorit para investor karena harganya akan selalu mengikuti mekanisme pasar yang dinamis.

2. Terjadinya inflasi

Para pakar ekonomi dan juga investor sering mengatakan inflasi menjadi salah satu alasan terhadap kenaikan harga properti yang terus naik. Hal ini memang tidak bisa dibantah karena bila para pengembang bertahan terhadap satu harga akan menjadi masalah terhadap keuangan perusahaan.

Dengan adanya inflasi yang cukup tinggi dimana nilai rupiah melemah, daya beli masyarakat turun, dan harga barang kebutuhan yang naik memaksa pengembang untuk menaikkan harga karena pertimbangan harga bahan baku yang naik, harga tukang naik, serta biaya untuk hidup juga semakin mahal. Otomatis harga properti juga akan ikut naik.

Solusi dari masalah ini yakni Anda harus cermat dan teliti saat memilah-milah properti. Anda dapat memilih dari beberapa properti dengan cara skema pembayaran ringan, dimana pembayaran yang memberikan banyak bonus untuk konsumen. Perlu diingat tidak semua pengembang memandang keuntungan semata, masih ada pengembang yang berpegang pada prinsip membantu konsumen.

3. Pertumbuhan penduduk

Jumlah populasi manusia di dunia yang terus membengkak dan tidak dibarengi dengan perluasan lahan membuat harga properti terus naik dari tahun ke tahun. Masalah seperti ini sangat lumrah terjadi di kota-kota besar di seluruh dunia dan juga Indonesia.

Pertumbuhan penduduk berkaitan dengan permintaan, tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia cukup tinggi, bahkan ada prediksi suatu lembaga riset yang menyatakan bahwa jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2030 akan mencapai 300 juta jiwa. Bonus demografi ini bisa menjadi bumerang, sektor properti pun terkena imbasnya karena harga properti terus naik.

Tingkat pertumbuhan penduduk harus bisa ditekan semaksimal mungkin, sehingga terjadi keimbangan antara permintaan dan penawaran. Diharapkan tingkat pertumbuhan penduduk dapat dikontrol atau bahkan berkurang. Hal ini dapat mengurangi permintaan namun mampu membuka peluang bagi developer untuk semakin mengembangkan diri.

4. Pertumbuhan masyarakat kelas menengah

Semua negara sedang giat membangun. Hasil dari pembangunan tersebut yaitu meningkatnya jumlah kelas menengah. Ciri-ciri dari masyarakat kelas menengah adalah mempunyai tingkat pendidikan yang bagus dan pendapatan yang stabil.

Jika masyarakat kelas menengah membentuk suatu ikatan rumah tangga, terbentuk dua orang suami dan istri yang masing-masing mempunyai pendapatan yang stabil. Mereka ini pasar potensial dari para pengembang properti. Seperti memanfaatkan suku bunga yang turun dan tumbuhnya properti baru yang semakin menarik.

Semakin meningkat jumlah masyarakat kelas menengah seperti generasi milenial sekarang, utamanya di kota-kota besar, sudah tentu akan meningkatkan kebutuhan terhadap properti.

5. Lokasi

Lokasi properti yang terletak di kawasan strategis adalah salah satu faktor yang menyebabkan harga properti terus naik dari tahun ke tahun. Kawasan strategis diidentikkan dengan kawasan yang telah tumbuh, serta sudah memiliki berbagai fasilitas kota, seperti pusat pendidikan, perkantoran, rumah sakit dan lain-lainnya.

Banyak faktor lainnya yang dapat mempengaruhi terhadap kenaikan harga properti. Seperti perkembangan kawasan, fasilitas yang tersedia, branding, maupun lingkungan sekitar kawasan tersebut.