7 Tips Memilih Jangka Waktu KPR

Sebagian besar dari Anda mungkin masih bingung memilih jangka waktu KPR yang tepat. Iming-iming biaya angsuran yang ringan bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Atau sebaliknya, penawaran dalam jangka waktu yang panjang tidak kalah menariknya, jika dilihat dari jangka waktu yang terbilang cepat untuk dapat melunasi pembelian rumah.

7 Tips Memilih Jangka Waktu KPR

Sebenarnya pilihan tersebut memiliki dan kekurangan masing-masing. Kembali lagi kepada Anda sebagai konsumen yang akan memilihnya. Biasanya pihak dari bank akan mengkaji kondisi Anda sekarang ini. Bila Anda seorang pegawai muda atau professional muda, kesempatan untuk memperoleh KPR jangka panjang tergolong masih memungkinkan.

Namun perlu diingat juga, apabila memilih jangka waktu KPR yang panjang, maka bunga yang harus ditanggung juga semakin besar. Oleh karena itu, pertimbangkan secara matang saat memilih jangka waktu KPR yang tepat.

Berikut beberapa pertimbangan penting dalam menentukan tenor KPR.

1. Usia

Bank mempunyai ketetapan terkait usia maksimal debitur ketika cicilan berakhir. Jadi usia memang berkaitan dengan tenor atau jangka waktu pembayaran KPR. Bank biasanya menetapkan usia maksimal pelunasan pada usia 55-65 tahun.

Artinya apabila Anda mengambil KPR pada usia 20an tahun, tentu saja tak akan menjadi masalah jika Anda memilih tenor panjang 20-25 tahun lamanya. Namun jika usia Anda saat mengambil KPR telah mencapai usia di atas 40 tahun, tentu Anda akan sulit mengajukan tenor KPR yang panjang. Alternatifnya, Anda dapat memilih jangka waktu 5-15 tahun.

2. Bandingkan besar angsuran yang harus dibayar

Masyarakat cenderung memilih jangka waktu KPR dalam jangka waktu yang lama, atau bahkan meminta angsuran seumur hidup. Sebenarnya apabila dicermati, angsuran dengan jangka pendek bisa lebih menguntungkan bagi konsumen. Karena ternyata besaran angsuran per bulan tidak terpaut jauh dengan angsuran bulanan dengan jangka panjang.

Dengan demikian, meski terlihat lebih berat, beban hutang yang Anda tanggung bisa lebih cepat lunas.

3. Ukur kemampuan untuk membayar

Kedua, hal yang dipertimbangkan saat memilih jangka waktu KPR adalah kemampuan Anda dalam membayar angsuran tiap bulan. Mengacu pada ketentuan yang diterapkan oleh bank, angsuran bulanan biasanya dibatasi maksimal 35-40% dari total penghasilan Anda setiap bulannya.

Sebaiknya Anda jangan memilih sampai batas maksimal, dengan tujuan mengantisipasi kondisi suku Bunga yang mendadak naik, di samping agar Anda mampu memenuhi kebutuhan yang lainnya.

4. Uang muka

Bank bisa saja memberikan pinjaman semaksimal mungkin kepada Anda bila rekam jejak Anda dinilai bagus. Akan tetapi kembali lagi kepada Anda berapa besar uang muka yang Anda inginkan.

Bisa saja Anda memiliki dana 50% dari harga rumah yang ditawarkan, dan 50% sisanya dimintakan kepada dukungan pembiayaan KPR. Anda sebaiknya menaikkan nilai uang muka pada saat akan membeli rumah. Artinya Anda menghindari pembayaran uang muka yang sedikit demi meringankan beban cicilan Anda.

Uang muka yang besar akan membuat jangka waktu cicilan rumah menjadi lebih pendek. Jangka waktu yang lebih cepat dalam pembayaran cicilan KPR akan menurunkan biaya premi asuransi, sehingga Anda bisa lebih berhemat.

5. Jangan ragu ambil jangka waktu pendek

Apabila Anda mempunyai tabungan yang cukup untuk membayar uang muka yang besar serta memiliki penghasilan yang memungkinkan untuk mencicil dalam jangka waktu yang pendek, jangan ragu untuk memilih jangka waktu KPR yang pendek.

Jangan sampai Anda memilih cicilan dalam jangka waktu yang panjang kemudian berniat untuk melunasinya di tengah-tengah angsuran. Hal ini justru akan membuat Anda terkena penalti dari pihak bank.

6. Dapat meminjam secara berkali-kali

Memilih jangka pembayaran yang pendek membuat Anda berpeluang untuk dapat meminjam kembali kepada bank. Sebab, pihak bank akan menerima rekam jejak Anda yang bagus serta konsisten melunasi pinjaman. Upaya ini berpeluang positif bagi Anda yang hendak menjalankan bisnis properti.

7. Cicilan yang lain

Para perencana keuangan sering memberikan pendapat atau saran supaya cicilan utang tidak melampaui angka 30% dari pendapatan bulanan. Hitung dengan baik berapa cicilan KPR yang akan Anda pilih. Apabila Anda mempunyai cicilan lainnya seperti cicilan mobil, kemudian hitung apakah jumlah semua cicilan yang Anda tanggung melebihi 30% atau tidak.

Setelah mengetahui besaran cicilan KPR yang harus Anda bayar, pilihlah tenor KPR sesuai dengan kemampuan bayar Anda. Itulah beberapa pertimbangan yang dapat Anda pilih sebelum menentukan jangka waktu KPR. Bijaklah menentukan besaran cicilan yang tidak memberatkan penghasilan Anda.